Stop Animal Testing!

ilustrasi : klik disini


Wanita-wanita selama ini masih banyak yang belum menyadari bagaimana pembuatan make up yang ada dari dulu hingga sekarang. Proses yang dilalui dalam pembuatan make up tentu melalui banyak sekali proses. Salah satu proses yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan pembuatan make up tersebut adalah proses uji coba. Bila uji coba berhasil, produk akan segera diproses untuk dipasarkan.

Untuk para wanita, apakah kalian pernah memikirkan bagaimana sebenarnya proses uji coba itu dijalankan prosedurnya? Apakah langsung diujicobakan ke orang-orang ataukah bagaimana? Yang digunakan untuk uji coba adalah hewan-hewan terutama adalah kelinci. Oleh karena itu tidak asing bagi kita mendengar istilah kelinci percobaan, kata tersebut bukan semata-mata istilah namun memang nyata adanya.

Kelinci-kelinci yang lucu tersebut dipergunakan dengan sebanyak-banyaknya hingga memeroleh sebuah produk yang lantas bisa aman dipakai untuk konsumen kedepannya. Bukan hanya kelinci, ada juga yang menggunakan kera sebagai hewan uji coba. Mereka semua ditetesi zat kimia, bagian mata maupun kulit untuk melihat apakah ada reaksi yang terjadi.

Tentu saja tidak mungkin uji coba hanya sekali dilakukan dan langsung memeroleh hasil yang memuaskan, pastinya diperlukan uji coba puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali. Hal ini juga diikuti berapa banyak korban hewan yang digunakan. Hewan-hewan tersebut tentu banyak yang tewas karena zat kimia hasil uji coba, dan tak sedikit organ-organnya rusak akibat uji coba. Mereka menjadi buta, kulitnya yang terbakar, dan masih banyak sekali hal mengerikan yang terjadi pada hewan tersebut.

Dari sedikit kisah kewan-hewan uji coba tersebut, banyak aktivis yang tidak terima bahwa perusahaan-perusahaan harus menggunakan hewan sebagai alat uji coba. Mereka menganggap bahwa hewan tersebut juga memiliki hak untuk hidup sebagai sesame makhluk hidup. Tidak hanya itu, telah banyak juga konsumen yang merasa bahwa hal yang dilakukan tersebut tidak seharusnya dilakukan.
Untuk di Indonesia isu-isu seperti ini belum membuat masyarakat tergerak hatinya, tidak semua namun ada yang sudah memulai gerakan seperti mengadakan petisi-petisi untuk perusahaan yang masih menggunakan hewan sebagai alat uji coba dan sebagainya.

sudah mulai banyak perusahaan make up yang sadar akan hal keji tersebut dan mengganggap bahwa hal tersebut sudah tidak wajar. untuk mendukung gerakan tersebut beberapa perusahaan make up tidak menjalankan prosedur uji coba menggunakan hewan lagi.

Hal ini dapat dilihat sebagai kemajuan yang baik bagi industri make up ini karena telah mengerti dan sadar akan isu yang telah lama meresahkan pecinta hewan. Tidak dapat dibayangkan bila hewan-hewan tersebut adalah manusia. Lantas mengapa menggunakan hewan tidak merasa memiliki belas kasih padahal hewan dan manusia merupakan sesama makhluk hidup.

Sebagai wanita yang menggunakan make up, kita harus mau cari tahu dan memiliki rasa penasaran yang tinggi bagaimana proses yang telah dijalankan oleh perusahaan tersebut. Bagi wanita yang menggunakan make up yang memiliki standar prosedur uji coba menggunakan hewan sebagai alatnya, maka wanita tersebut juga mendukung aksi tersebut.

Tentu mengerikan bukan, bila sebagai wanita tidak mengetahui seluk beluk produk yang digunakan dan ternyata tanpa disadari mendukung aksi keji seperti hal tersebut. Oleh sebab itu, untuk yang peduli akan isu ini, stop penggunakan produk-produk make up yang menggunakan hasil uji coba dari hewan. Hal-hal seperti ini harus diberhentikan dari yan mendukung terlebih dahulu, bila sudah tidak ada yang mendukung maka hal tersebut akan berhenti dengan sendirinya.

Komentar

Postingan Populer